Menyelami Makna Lagu "Euphoria" dari keshi
Candu Asmara di Balik Hubungan yang Toxic
Euphoria
keshi
Kalau membicarakan soal *vibes* melankolis yang dipadukan dengan *beat* R&B modern yang *catchy*, nama keshi jelas tidak boleh terlewatkan. Lewat albumnya *Requiem*, ia menyuguhkan salah satu *track* yang paling membius telinga: "Euphoria".
Sesuai dengan judulnya yang berarti "kegembiraan/kesenangan yang luar biasa", lagu ini tidak membahas cinta yang manis dan sehat layaknya di negeri dongeng. Sebaliknya, "Euphoria" adalah potret gelap dari sebuah hubungan yang toxic (beracun), di mana cinta justru diibaratkan seperti candu yang memabukkan sekaligus menghancurkan.
Mencintai "Red Flag" Secara Sadar
Hal yang paling menarik dari "Euphoria" adalah sudut pandang keshi sebagai pencerita. Ia tidak memosisikan dirinya sebagai korban yang ditipu, melainkan sebagai seseorang yang sepenuhnya sadar bahwa pasangannya adalah sebuah bahaya (*red flag*), tapi ia tetap nekat terjun ke dalamnya.
Coba kita perhatikan baris lirik pertama yang langsung menyentil:
"She's toxic for the thrill of it,
Bad news, but I'm into it, she's all mine.
I chase that dragon all the time."
Istilah "chase that dragon" sering digunakan untuk mendeskripsikan tindakan mengejar sensasi *high* atau mabuk pertama dari sebuah zat adiktif. Di sini, keshi membandingkan sensasi jatuh cinta kepada wanita tersebut layaknya kecanduan obat. Wanita itu "berita buruk" (bad news) dan sering datang lalu pergi semaunya, tetapi keshi tidak keberatan karena kebersamaan sesaat itu memberikan sensasi ekstasi (the high) yang tiada duanya.
Terjebak dalam Ketergantungan Emosional
Memasuki bagian Pre-Chorus dan Chorus, liriknya semakin terang-terangan menggambarkan ketergantungan yang tidak sehat ini:
"Your touch is my favorite drug,
Fiending for a faded love...
Take me to euphoria, euphoria.
I try to walk away
Cus if I stay you'll be the death of me."
Keshi mengakui bahwa ia sudah berusaha untuk pergi ("I try to walk away") karena secara rasional ia tahu hubungan ini hanya akan merusaknya secara emosional ("you'll be the death of me"). Namun, rasa rindu akan sentuhan dan "euforia" palsu yang diberikan sang kekasih membuatnya selalu gagal untuk melepaskan diri.
Relate Banget Buat yang Susah Move On!
Lagu ini menjadi sangat relatable bagi siapa saja yang pernah berada di situasi *situationship* atau hubungan toksik. Kadang kita tahu bahwa seseorang itu tidak baik untuk kita, bahkan mereka secara jelas telah menyakiti kita. Namun sensasi debaran jantung, drama, dan pelarian manis yang mereka berikan membuat kita terus kembali layaknya lingkaran setan.
Kesimpulan
Lewat "Euphoria", keshi sukses besar menerjemahkan kerumitan emosi dari sebuah hubungan beracun. Bukannya memberikan solusi untuk putus, lagu ini justru menjadi wadah bagi perasaan bingung, hancur, namun "ketagihan" pada seseorang yang mustahil untuk dimiliki seutuhnya.
Dengan aransemen vokal falsetto keshi yang seolah melayang dipadukan dengan dentuman *bass* yang ritmis, mendengarkan lagu ini benar-benar terasa seperti ditarik masuk ke dalam euforia itu sendiri.
Pernah Terjebak Situasi Mirip keshi?
Gimana menurut kamu? Apa kamu pernah atau sedang ada di posisi kecanduan hubungan yang toxic kayak yang diceritain keshi di lagu ini? Coba curhat di bawah!
0 Comments